Pengarahan (DIR)

Definisi:

Pengarahan (Direction) adalah keinginan untuk membuat orang lain mengikuti keinginannya dengan menggunakan kekuatan pribadi atau kekuasaan jabatan secara efektif dan pada tempatnya demi kepentingan jangka panjang perusahaan. Termasuk didalamnya memberitahukan orang lain apa yang harus dilakukan dengan nada yang bervariasi mulai dari nada tegas sampai meminta atau bahkan mengancam. Tujuannya adalah agar tugas-tugas dapat terselesaikan dengan baik.

Indikator Perilaku:

     Pasif

  • Meluluskan permintaan orang lain walaupun hal itu mengganggu penyelesaian pekerjaan. Lebih ingin disukai atau tidak ingin menyakiti hati orang lain, daripada menyelesaikan pekerjaan dengan benar.
     Tidak memberikan perintah

  • Tidak memberikan pengarahan pada saat diperlukan.
     Memberi petunjuk

  • Memberi petunjuk dan menjelaskan tugas secara rinci.
  • Memberitahukan persyaratan atau kebutuhan suatu tugas dengan jelas.
  • Secara eksplisit mendelegasikan rincian tugas rutin agar dapat memperhatikan hal-hal yang lebih bernilai atau lebih jangka panjang.
     Menentukan batasan

  • Menolak permintaan yang tidak masuk akal, berani mengatakan “tidak” dengan tegas.
  • Menentukan batasan untuk perilaku orang lain.
  • Memanipulasi situasi untuk membatasi pilihan orang lain.
     Menuntut kinerja yang tinggi

  • Secara sepihak menetapkan standar kinerja yang tinggi.
  • Menuntut kualitas dan sumber daya yang baik.
  • Meminta kepatuhan atas perintahnya atau permintaannya dengan pengawasan yang ketat.
  • Mengatakan konsekuensi atas ketidakmampuan.
    Memonitor kepatuhan atas standar kinerja

  • Secara terbuka membandingkan kinerja orang dengan standar yang telah ditetapkan.
  • Mengkonfrontasi orang lain secara terbuka dan langsung dalam masalah kinerja.
  • Menyatakan konsekuensi atas kinerja yang dibandingkan dengan standar

 

DASAR – DASAR PENGARAHAN

 

Menurut Harold Koontz dan Cyril O’Donnell dalm : “Principles Of

Management : An Analysis Of Managerial Functions “ mengatakan bahwa

dasar pengarahan itu :

1. Sumbangan individu terhadap tujuan organisasi tergantung pada komunikasi antara yang diarahkan dan yang mengarahkan.
2. Harmonisasi antara tujuan individu dengan tujuan organisasi
3. Pengarahan harus efesien untuk mencapai tujuan

4. Kesatuan perintah

5. Teknik pengarahan yang tepat
6. Komunikasi yang baik
7. Kemampuan memimpin yang baik

8. Supervisi langsung

9. Tarap pengertian yang tinggi
10. Informasi yang disampaikan secara langsung
11. Pemanfaatan organisasi tak formal

 

II. PEMBERIAN PERINTAH

Perintah Adalah : Suatu instruksi resmi dari seorang atasan kepada bawahan untuk mengerjakan atau tidak melakukan sesuatu guna merealisasikan tujuan (Perusahaan)

Jadi :

Dari batasan ini, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa unsur dari

perintah sebagai berikut :

1. Instruksi Resmi

2. Atasan dan bawahan

3. Mengerjakan atau tidak mengerjakan kegiatan

4. Realisi Tujuan

 

 

Sehingga ; perintah itu harus memiliki prinsip, sebagai berikut :

 

1. Perintah harus jelas
2. Perintah harus positif
3. Perintah harus diberikan kepada orang yang tepat
4. Perintah diberi X dijabarkan satu persatu
5. Perintah harus bersifat motivasi

 

III. MOTIVASI

Motivasi berasal dari kata “motive” ( ind : motive ) yaitu segala sesuatu yang membuat seseorang bertingkah laku tertentu atau paling tidak berkeinginan untuk bersikap tertentu.

Motivasi merupakan hal – hal yang menyebabkan, menyatukan serta memperhatikan orang berprilaku tertentu. Motivasi dipengaruhi oleh kondisi fisik, kebutuhan seseorang serta kondisi sosial orang.

 

IV. KEPEMIMPINAN

 

Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi dan mengarahakan

kegiatan yang berhubungan dengan tugas anggota atau kelompok organisasi.

Sistem kepemimpinan dikelompokan ke dalam :

1.EKSPLOITATIF, yaitu yang bersifat “MEMERAS ” bawahan, bawahan

harus mencapai tujuan, kalau tidak dihukum.

2.OTORITATIF, yaitu yang “KE RAS “ terhadap bawahan, bawahan boleh

memberi komentar pada perintah.

3.KONSULTATIF, yaitu yang meminta pendapat dari bawahan, tujuan

digariskan, perintah umum di keluarkan setelah diskusi dengan bawahan.

4.PARTISIPATIF, dimana tujuan yang digariskan dan keputusan diambil oleh

kelompok dalam organisasi.

 

 

        Sumber : 1. http://indosdm.com/kamus-kompetensi-pengarahan-direction

Sumber : 2. http://www.scribd.com/doc/24011860/IV-Fungsi-Manajemen-Perencanaan-Pengorganisasian-Pengarahan-Dan-Pengkoordinasian