Curahan Hati Softskill Semester Akhir

Leave a comment

4 Maret 2014 merupakan hari pertama memulai kuliah semester akhir buatku (semester 6), hari pertama dan jam pertama ketemu mata kuliah ‘Terapan Komputer Perbankan’ bisa dibilang matkul ini bermuatan softskill. Seminggu libur pas hari pertama masuk aku merasa senang karena matkul pertama softskill, dikelas dosennya memperkenalkan dirinya sebelum memulai belajar. Dosen matkul ini namanya Ibu Kartika Sari…lalu mulai ngasih tugasnya nih, dikira aku tugasnya seperti softskill semester sebelumnya dikasih materi dari dosen terus tinggal posting ke blog eh ternyata softskill semester ini beda dari yang lain kali ini harus membuat penelitian teknologi dunia perbankan yang terdiri dari bab 1, bab 2, bab 3, bab 4 dan gak ketinggalan daftar pustakanya juga. Pas tau tugasnya softskillnya seperti itu yang hampir sama kayak penulisan ilmiah heemm jadi berasa buat 2 PI aja nih.

Minggu ke 2 harus sudah mengumpulkan tema dari penelitian kita, aku mengambil tema ‘Tingkat Kepuasan Penggunaan Internet Banking Warga Komplek Perindustrian’. Pertemuan selanjutnya bulan April yang wajib mengumpulkan bab 1 dan dipresentasikan didepan kelas. Selang 2 minggu kita harus mengumpulkan bab 2. Pertemuan berikutnya sehabis UTS dengan mengumpulkan bab 3. Nah bab 3 ini bisa dibilang paling rumit daripada membuat bab yang lainnya. Kenapa paling rumit??? Karena kita harus membuat kuisioner sebanyak 30 responden.

Tanggal 24 Juni penelitian siap dikumpulkan, aku datang kekampus agak pagian untuk jilid dan ternyata tempat fotocopy sekitar kampus dipenuhi teman sekelasku untuk julid juga. Waktu menunjukan pukul 08.15, salah satu teman sekelasku (Aisyah) datang dan bilang “Jangan lupa dijilid ya sampai daftar pustaka sama kuisionernya juga itu buat lampiran ditunggu sama dosennya sampai jam 9”. Oke sambil nunggu antrian aku bukain staples kuisioner jadi pas giliran aku jilid bahannya udah siap.

 

Pukul 08.55 sesampai didepan ruangan ibunya di E52 yang sudah dipenuhi teman-teman sekelasku, aku lihat makalah teman-temanku pada tipis semua, cuma aku berempat (Ade, Asri,Silvia) yang tebal sampai halamannnya ratusan, ternyata kita salah tangkap apa yang diomongin Aisyah tadi seharusnya kuisioner yang buat lampiran itu yang asli aja bukan yang udah diisi sama semua responden tapi gak masalah lah lagian udah dijilid juga. Temanku yang baru aja keluar ruangan ibunya bilang “Kata ibunya dikumpulin jam 14.30, soalnya ibunya mau rapat”. Oke gak masalah nunggu buat ketemu dosennya diisi sama matkul selanjutnya aja yang emang dimajuin juga jamnya. Matkul tersebut selesai pukul 13.00 setelah keluar ruang kelas kita langsung makan siang dan sholat zuhur. Jam 14.30 kita balik ke depan ruang ibunya, nunggu antrian buat tatap muka langsung sama dosennya. Waktu terus berjalan….15.30…16.30…17.30…ya tepat 17.45(antrian terakhir) baru deh kita berempat kebagian buat ketemu sama dosennya yang tadinya maju berdua-dua, bertiga-tiga karena yang diluar sisa 4 termasuk aku langsung aja minta disatuin aja majunya lagian udah sangat amat cape nunggunya, 3 jam nunggu bukan waktu yang singkat hehehehehe.

 

Didepan meja dosennya…

Dosen: “Haduh dari pagi saya liat penulisannya sama semua”

Kita berempat yang udah cape nunggu daritadi cuma senyum aja.

Dosen: “Saya masih ngasih nilai C ya, teman kalian yang penulisannya sama dan udah maju juga dikasih C cuma ada 3 orang yang nilainya beda. Kalian bisa nebak siapa?

Kita berempat cuma menggeleng, dan bilang siapa aja bu?

Dosen: “kalian gak tau? Ya nanti cari sendiri aja ya. Kalian kalau mau nilai A/B kalian harus buat artikel dan gak boleh sama, harus kreatif, deadlinenya sampai minggu depan lalu diposting di blog kalian.

Kita berempat mengangguk-angguk aja dan paham apa yang diomongin sama dosennya.

 

Aku mau jelasin nih proses penelitian aku….

Tema penelitian aku ini temanya “Tingkat Kepuasan Menggunakan Internet Banking Warga Komplek Perindustrian”. Metode penelitian ini menggunakan teori TAM (Technology Acceptance Model) dikemukaan oleh Davis (1986). TAM banyak digunakan untuk memprediksi tingkat akseptasi pemakai dan pemakai yang berdasarkan presepsi terhadap kemudahan penggunaan teknologi informasi (Perceived Usefulness) dengan mempertimbangkan kemudahan dalam penggunaan teknologi informasi (Perceived Ease of Use).

Dalam penelitian ini diambil 30 responden, terdiri dari 12 orang pria dan 18 orang wanita. Digambarkan dalam grafik seperti berikut ini:

jnsklmn

Disimpulkan mayoritas pada responden penelitian ini adalah wanita.

Penelitian ini mengambil responden berdasarkan usia, digolongkan usia dari <20 tahun berjumlah 1 , 20-25 tahun berjumlah 9 dan 26-30 tahun berjumlah 20. Mayoritas pengguna internet banking pada penelitian ini usia 26-30 tahun.

usia

Penelitian ini mengambil responden berdasarkan pendidikan terakhir, digolongkan dari SMA atau sederajat berjumlah 5, Akademi atau sederajat berjumlah 13, S1 berjumlah 12. Mayoritas  responden ini disimpulkan paling banyak berpendidikan terakhir Akademi atau sederajat.

pendidikan

Penelitian ini mengambil responden berdasarkan pekerjaan, digolongkan dari Karyawan/pegawai berjumlah 12, Wiraswasta berjumlah 6, Pengajar berjumlah 5, Pelajar/Mahasiswa berjumlah 3, Tidak ada pengguna internet banking pada yang Tidak Bekerja, lainnya berjumlah 4. Mayoritas  responden ini disimpulkan paling banyak Karyawan/pegawai.

pekerjaan

Penelitian ini mengambil responden berdasarkan menggunakan perbankan yang digunakan, digolongkan dari perbakan yang digunakan.  BNI berjumlah 6, BCA berjumlah 10, BRI berjumlah 1, Mandiri berjumlah 11, Lainnya berjumlah 2. Mayoritas  responden ini disimpulkan paling banyak menggunakan internet banking dari perbankan Mandiri.

bank

Berikut diuraikan hasil tanggapan responden mengenai Internet banking dengan pendekatan TAM pada warga komplek perindustrian berdasarkan tiap indikator:

  1. Perceived Usefulness(PU)

pu

Keterangan:

SS : Sangat Setuju                  N : Netral                                TS : Tidak Setuju

S : Setuju                                 STS : Sangat Tidak Setuju

  1. Proses penyelesaian pembayaran lebih mudah

1

Dari butir kuisioner nomor 1 didapat jumlah yang memilih netral berjumlah 4, sangat setuju berjumlah 15 dan setuju berjumlah

2.Rasa aman dalam bertransaksi

2

Dari butir kuisioner nomor 2 didapat jumlah yang memilih netral berjumlah 1, sangat setuju berjumlah 13 dan setuju berjumlah 16.

3. Bermanfaat secara keseluruhan

3

Dari butir kuisioner nomor 2 didapat jumlah yang memilih netral berjumlah 1, sangat setuju berjumlah 13 dan setuju berjumlah 16.

4. Ketelitian proses pembayaran

4

Dari butir kuisioner nomor 4 didapat jumlah yang memilih netral berjumlah 2, sangat setuju berjumlah 10 dan setuju berjumlah

2. Perceived Ease of Use

peou

Keterangan:

SS : Sangat Setuju                  N : Netral                                TS : Tidak Setuju

S : Setuju                                 STS : Sangat Tidak Setuju

5. Mudah digunakan

5

Dari butir kuisioner nomor  5 didapat jumlah yang memilih netral berjumlah 2, sangat setuju berjumlah 12 dan setuju berjumlah 16.

6. Mudah dipelajari

6

Dari butir kuisioner nomor  6 didapat jumlah yang memilih netral berjumlah 2, sangat setuju berjumlah 15 dan setuju berjumlah 13.

7. Praktis

7

Dari butir kuisioner nomor  7 didapat jumlah yang memilih netral berjumlah 1, sangat setuju berjumlah 15 dan setuju berjumlah 14.

8.Fleksibel

8

Dari butir kuisioner nomor  8 didapat jumlah yang memilih netral berjumlah 3, sangat setuju berjumlah 18 dan setuju berjumlah 9.

Kesimpulan dari Penelitian ini mengambil konteks dalam bidang internet banking. Hasil penelitian ini juga dapat memberikan masukan bagi pihak manajemen bank juga bagi analis internet banking agar memperhatikan kembali faktor keuntungan persepsian, sikap, serta kontrol perilaku persepsian dalam menerapkan dan mengembangkan transaksi internet banking pada sistem perbankannya. Hal ini dikarenakan minat terhadap penggunaan internet banking dipengaruhi oleh keuntungan yang ditawarkan dari layanan, sikap positif dari nasabah terhadap layanan juga kontrol perilaku atau tersedianya sumber daya akan membentuk minat yang kuat terhadap layanan internet banking.

Sekian artikel yang aku dapat sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf. Terima Kasih dan semoga bermanfaat.

4.4 Jelaskan Siklus Keuangan

Leave a comment

Manajemen keuangan dimulai dengan tujuan yang jelas proyek. Tujuan ini digunakan untuk mengembangkan sebuah rencana tindakan untuk mencapai mereka – rencana yang realistis, dapat dinilai dan merupakan cara yang paling efisien untuk mencapai tujuan. Rencana ini diterjemahkan ke dalam anggaran yang memberikan sumber daya untuk setiap aktivitas – penyusunan anggaran akan memberikan informasi tambahan tentang setiap aktivitas yang dapat menyebabkan rencana harus diubah. Ketika ini bagian dari siklus selesai, akan ada anggaran singkat yang mengalokasikan sumber daya untuk setiap aktivitas. Tujuannya adalah untuk membuat anggaran yang akan sedekat mungkin dengan operasi proyek yang sebenarnya.

Ketika proyek dimulai, akuntansi juga dimulai. Catatan akuntansi dan laporan pada semua transaksi keuangan. Ada dua jenis akuntansi – akuntansi organisasi formal yang dilakukan oleh bagian akuntansi organisasi dan manajemen akuntansi dilakukan oleh manajer proyek. Secara periodik, seluruh proyek, manajer transfer informasi dari laporan akuntansi ke dalam anggaran. Selama fase ini manajer terus menerus membandingkan proyeksi anggaran dengan hasil aktual dari akuntansi. Kegiatan ini dapat menyebabkan intervensi manajemen dalam proyek untuk menangani bidang-bidang yang menjadi perhatian.

Akhirnya, pada akhir proyek, manajer bersama dengan personil akuntansi akan menghasilkan serangkaian laporan hasil keuangan proyek. Laporan-laporan ini akan dimasukkan ke dalam laporan keseluruhan proyek dan memberikan informasi berharga untuk membantu dalam pengembangan proyek-proyek masa depan.

Siklus Keuangan terdiri dari :

1.      Jurnal Pemasukan.

2.      Jurnal Buku Besar.

3.      Neraca.

4.      Laporan Laba/Rugi dll.

 

sumber: http://creatiffiles.blogspot.com/2012/12/siklus-produksi-siklus-produksi-adalah.html

4.3 Jelaskan Siklus Produksi

Leave a comment

1.      Perancangan Produk (Aktivitas 1)

·          Langkah pertama dalam siklus produksi adalah Perancangan produk.

·         Tujuan aktivitas ini adalah untuk merancang sebuah produk yang memenugi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi, dan secara simultan meminimalkan biaya produksi.

2.      Perencanaan dan Penjadwalan (aktivitas 2)

·         Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan.

·         Tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi.

3.      Operasi Produksi (Aktivitas 3)

·         Computer-Integrated Manufacturing (CIM) adalah penggunaan berbagai bentuk TI dalam proses produksi, seperti robot dan mesin yang dikendalikan oleh kompute, untuk mengurangi biaya produksi.

·         Setiap perusahaan membutuhkan data mengenai 4 segi berikut ini dari operasi produksinya :

1.      Bahan baku yang digunakan

2.      Jam tenaga kerja yang digunakan

3.      Operasi mesin yang dilakukan

4.      Serta biaya overhead produksi lainnya yang terjadi

4.      Akuntansi Biaya (Aktivitas 4)

·         Langkah terakhir dalam siklus produksi adalah akuntansi biaya.

1.           Apakah tiga tujuan dasar dari sistem akuntansi biaya itu ? Untuk memberikan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja dari operasi produksi

2.           Memberikan data biaya yang akurat mengenai produk untuk digunakan dalam menetapkan harga serta keputusan bauran produk.

3.           Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan untuk menghitung persediaan serta nilai harga pokok penjualan yang muncul di laporan keuangan perusahaan.

Sumber http://ando-jefri.blogspot.com/2011/10/siklus-akuntansi-siklus-pendapatan.html

4.2 Jelaskan Siklus Pengeluaran

Leave a comment

Siklus pengeluaran (expenditure cycle) adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa (Romney & Steinbert, 2005).

Tujuan siklus pengeluaran:

Memastikan bahwa semua barang atau jasa dipesan sesuai kebutuhan. Menerima semua barang yg dipesan dan memastikan barang tsb dalam kondisi baik. Mengamankan barang hingga diperlukan. Memastikan bahwa faktur berkaitan dg barang atau jasa sah dan benar. Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran dan pengeluaran kas dg cepat dan akurat. Mem-posting kewajiban dan pengeluaran kas pada rekening supplier yg tepat pada buku besar dan buku pembantu hutang. Memastikan bahwa semua pengeluaran kas sesuai dengan pengeluaran yg telah diotorisasi.

Pada siklus pengeluaran, terdapat 3 aktivitas dasar bisnis yaitu :

a.       memesan barang , persediaan, dan jasa

aktivitas pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. Keputusan penting yang dibut dalam langkah ini adalah mengidentifikasi apa, kapan, dan berapa banyak yang dibeli, dan dari pemasok mana akan dibeli. Dokumen yang dibuat dalam proses pemesanan barang adalah pesanan pembeliaan (purchase order).

b.      Menerima dan menyimpan barang, persediaan, dan jasa.

Aktivitas kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan. Bagian penerimaan bertanggung jawab untuk mengecek dan menerima kiriman dari para pemasok. Dokumen yang dibuat dalam  proses penerimaan barang adalah laporan penerimaan barang adalah laporan penerimaan (receiving report)

c.       Membayar untuk barang, persediaan, dan jasa.

Aktivitas ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembayran. Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar dan kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran.

Sumber http://ando-jefri.blogspot.com/2011/10/siklus-akuntansi-siklus-pendapatan.html

4.1 Jelaskan Siklus Pendapatan

Leave a comment

Siklus pendapatan (revenue cycle) adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut (Romney & Steinbert, 2005).

 

Pada siklus pendapatan, terdapat 4 aktifitas dasar bisnis yaitu :

a.       Memasukkan pesanan penjualan (sales order entry)

Siklus pendapatan dimulai dari penerimaan pesanan dari para pelanggan. Departemen bagian pesanan penjualan, melakukan proses memasukkan pesanan penjualan. Dokumen yang dibuat dalam proses memasukkan pesanan penjualan (sales order). Proses memasukkan pesanan penjualan mencakup tiga tahap :

  • Mengambil pesanan dari pelanggan
  • Memeriksa dan menyetujui kredit dari pelanggan
  •  Serta memeriksa ketersediaan persediaan

b.      Mengirim pesanan (shipping)

Aktivitas dasar kedua dalam siklus pendapatan adalah memenuhi pesanan pelanggan dan mengirimkan barang dagangan yang dinginkan tersebut. Proses ini terdiri dari dua tahap : mengambil dan mengepak pesanan, dan mengiri pesanan tersebut beserta dokumen pengiriman (surat jalan). Departemen bagian perdagangan dan pengiriman melakukan aktivitas ini.

c.       Penagihan dan piutang usaha (billing and accounts receivable)

Aktivitas dasar kketiga dalam siklus akuntansi pendapatan melibatkan penagihan ke para pelanggan dan memelihar data piutang usaha. Dokumen yang dibuat dalam proses penagihan adalah faktur penjualan (sales invoice).

d.      Menerima pembayaran  / kas (cash collection)

Langkah terakhir dari siklus pendapatan adalah menerima pembayaran. Yang melakukan aktivitas ini adlah kasir.

Sumber http://ando-jefri.blogspot.com/2011/10/siklus-akuntansi-siklus-pendapatan.html

3.7 Sebutkan dan Jelaskan Elemen Pengendalian Internal versi COSO

Leave a comment

COSO atau Committee of Sponsoring Organizations of the Treatway Commission

Commitee of Sponsoring Organizations of the Treatway Commission memperkenalkan adanya lima komponen pengendalian intern yang meliputi
Lingkungan Pengendalian (Control Environment), Penilaian Resiko (Risk Assesment), Prosedur Pengendalian (Control Procedure), Pemantauan (Monitoring), serta Informasi dan Komunikasi (Information and Communication).

Komponen pengendalian intern menurut  COSO adalah :

  1. Lingkungan pengendalian (control environment). Faktor-faktor lingkungan pengendalian mencakup integritas, nilai etis, dan kompetensi dari orang dan entitas, filosofi manajemen dan gaya operasi, cara manajemen memberikan otoritas dan tanggung jawab serta mengorganisasikan dan mengembangkan orangnya, perhatian dan pengarahan yang diberikan oleh board.
  2. Penaksiran risiko (risk assessment). Mekanisme yang ditetapkan untuk mengindentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko-risiko yang berkaitan dengan berbagai aktivitas di mana organisasi beroperasi.
  3. Aktivitas pengendalian (control activities). Pelaksanaan dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang ditetapkan oleh manajemen untuk membantu memastikan bahwa tujuan dapat tercapai.
  4. Informasi dan komunikasi (informasi and communication). Sistem yang memungkinkan orang atau entitas, memperoleh dan menukar informasi yang diperlukan untuk melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan operasinya.
  5. Pemantauan (monitoring). Sistem pengendalian internal perlu dipantau, proses ini bertujuan untuk menilai mutu kinerja sistem sepanjang waktu. Ini dijalankan melalui aktivitas pemantauan yang terus-menerus, evaluasi yang terpisah atau kombinasi dari keduanya.

Sumber: http://keuanganlsm.com/definisi-pengendalian-internal-versi-coso/

3.6 Jelaskan pengertian pengendalian intern (versi COSO)

Leave a comment

Committee of Sponsoring Organization of The Treadway Commission (COSO) pada tahun 1992 mengeluarkan definisi tentang pengendalian internal. Definisi COSO tentang pengendalian intern sebagai berikut : sistem pengendalian internal merupakan suatu proses yang melibatkan dewan komisaris, manajemen, dan personil lain, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga tujuan berikut ini:

  • Efektivitas dan efisiensi operasi
  • Keandalan pelaporan keuangan
  • Kepetuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku).

COSO memandang pengendalian internal merupakan rangkaian tindakan yang mencakup keseluruhan proses dalam organisasi. Pengendalian internal berada dalam proses manajemen dasar, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan. Pengendalian bukanlah sesuatu yang ditambahkan dalam proses manajemen tersebut, akan tetapi merupakan bagian integral dalam proses tersebut.

Sumber: http://nurayni201012147.student.esaunggul.ac.id/tugas-kuliah/eaa502-pemeriksaan-akuntansi-1-sesi-10/pengendalian-intern-coso/

Older Entries